Bakso kerikil merupakan salah satu kuliner khas Magelang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat setempat. Bagi pendatang, bakso ini terasa unik karena ukurannya yang kecil-kecil sehingga isinya lebih banyak dan memberikan sensasi berbeda dibanding bakso pada umumnya.
Nama bakso kerikil berasal dari bentuknya yang bulat kecil menyerupai kerikil, bukan karena terbuat dari batu. Bakso ini biasanya disajikan bertumpuk dengan kuah khas Magelang yang gurih dan kaya kaldu, sehingga semakin menggugah selera.
Mesin Pembuat Bakso Kerikil
Menjalankan usaha bakso kerikil akan lebih efisien dengan menggunakan mesin mixer adonan bakso. Mesin ini berfungsi mencampur dan menghaluskan adonan secara merata sehingga menghasilkan bakso yang lebih lembut, kenyal, dan bercita rasa konsisten. Mesin mixer adonan bakso berkualitas dapat diperoleh di Rumah Mesin.
Resep dan Cara Membuat Bakso Kerikil
Membuat bakso kerikil tak serumit dengan apa yang dibayangkan, membuatnya cukup sederhana dengan menggunakan bahan yang ada dirumah. Berikut resep bakso kerikil yang enak dan lezat.
Bahan-Bahan:
-
500 gr daging sengkel segar, potong dadu kecil
-
100 gr urat sapi, dicincang halus
-
125 gr tepung sagu aren
-
4 sdt garam kasar
-
½ sdt merica bubuk
-
½ sdt penyedap rasa
-
1 butir telur
-
250 gr es serut
-
3 siung bawang putih, haluskan
-
1 sdm bawang merah goreng
-
1 sdm bawang putih goreng
Bahan Pelengkap:
-
150 gr bihun, seduh
-
150 gr mie telur, seduh
-
10 buah tahu pong, goreng
-
9 tangkai seledri, iris halus
-
4 sdm bawang goreng
Cara Membuat:
-
Haluskan Daging: Masukkan daging dan garam ke food processor, giling hingga halus.
-
Tambahkan Bumbu: Masukkan telur, es serut, bawang putih, merica, penyedap rasa, bawang merah dan bawang putih goreng. Giling hingga adonan lembut.
-
Campur Tepung & Urat: Tambahkan tepung sagu dan aduk hingga kalis. Masukkan urat sapi, aduk rata.
-
Bentuk Bakso: Ambil adonan, bulatkan kecil-kecil. Masukkan ke air hangat, tunggu hingga adonan hampir penuh, kemudian rebus hingga matang. Tiriskan.
-
Sajikan: Hidangkan bakso kerikil bersama bihun, mie telur, tahu pong, seledri, bawang goreng, dan kuah.
Perhitungan Modal Awal Bisnis Bakso Kerikil
Kebutuhan Investasi:
Untuk menunjang operasional usaha, diperlukan beberapa komponen investasi dengan rincian biaya sebagai berikut:
-
Etalase dan gerobak usaha: Rp2.200.000
-
Perlengkapan dan alat memasak: Rp1.200.000
-
Peralatan makan: Rp600.000
-
Meja dan kursi untuk pelanggan: Rp450.000
-
Perlengkapan pendukung lainnya: Rp150.000
Sehingga, total dana yang dibutuhkan sebagai investasi awal usaha adalah sebesar Rp4.600.000.
Biaya Tetap:
Biaya tetap merupakan pengeluaran yang jumlahnya relatif sama setiap bulan, terdiri dari penyusutan aset dan gaji karyawan dengan rincian sebagai berikut:
-
Penyusutan etalase dan gerobak
(Rp2.200.000 ÷ 36 bulan) = Rp61.150 -
Penyusutan peralatan memasak
(Rp1.200.000 ÷ 36 bulan) = Rp33.350 -
Penyusutan peralatan makan
(Rp600.000 ÷ 24 bulan) = Rp25.000 -
Penyusutan meja dan kursi
(Rp450.000 ÷ 24 bulan) = Rp18.750 -
Penyusutan perlengkapan pendukung lainnya
(Rp150.000 ÷ 24 bulan) = Rp6.250 -
Gaji karyawan = Rp700.000
Total biaya tetap per bulan sebesar Rp844.500.
Biaya Variabel:
Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi dan aktivitas usaha. Rinciannya meliputi:
-
Daging sapi
(2 kg × Rp85.000 × 30 hari) = Rp5.100.000 -
Urat sapi
(1 kg × Rp50.000 × 30 hari) = Rp1.500.000 -
Tepung tapioka/sagu
(0,5 kg × Rp8.000 × 30 hari) = Rp120.000 -
Mie
(1 kg × Rp9.000 × 30 hari) = Rp270.000 -
Bumbu dan sayuran
(Rp90.000 × 30 hari) = Rp2.700.000 -
Gas LPG 3 kg
(Rp18.000 × 2 tabung × 4 minggu) = Rp144.000 -
Sewa tempat usaha = Rp500.000
-
Biaya listrik dan kebersihan = Rp80.000
Total biaya variabel per bulan mencapai Rp10.414.000.
Biaya Operasional:
Total biaya operasional usaha per bulan adalah penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel, yaitu sebesar Rp11.258.500.
Pendapatan Bulanan:
Pendapatan diperoleh dari penjualan bakso kerikil dengan perhitungan sebagai berikut:
55 porsi × Rp8.000 × 30 hari = Rp13.200.000 per bulan
Keuntungan Usaha:
Laba bersih per bulan dihitung dari selisih antara total pendapatan dan total biaya operasional:
Rp13.200.000 – Rp11.258.500 = Rp1.941.500
Berdasarkan analisis usaha, dengan penjualan 55 porsi per hari seharga Rp8.000, diperoleh laba sekitar Rp1.941.500 per bulan dengan estimasi balik modal sekitar dua bulan. Perhitungan ini bersifat perkiraan dan dapat berubah sesuai harga bahan baku dan kondisi di masing-masing daerah.






Leave a Reply